APA itu DT51?
Bagian II :
Mode 0 : data serial masuk dan keluar melalui RXD. TXD mengeluarkan sinyal clock. 8 bit data dikirim / diterima dengan bit LSB (Least Significant Bit) yang pertama. Baud rate tetap pada 1/12 frekuensi osilator.

Mode 1 : 10 bit dikirim melalui TXD atau diterima melalui RXD yang terdiri dari sebuah start bit (0), 8 bit data (LSB pertama), dan sebuah stop bit (1). Pada penerimaan, stop bit menuju RB8 pada SFR SCON. Baud rate variabel.

Mode 2 : 11 bit dikirim melalui TXD atau diterima melalui RXD, sebuah start bit (0), 8 bit data (LSB pertama), bit data ke 9 yang terprogram, dan sebuah stop bit (1). Pada saat pengiriman, bit data ke 9 (TB8 pada SCON) dapat diberi nilai 0 atau 1. Sebagai contoh bit parity (P pada PSW) dapat dipindahkan ke TB8. Pada penerimaan, bit data ke 9 masuk ke RB8 pada SCON sedangkan stop bit diabaikan. Baud rate dapat diprogram 1/32 atau 1/64 frekuensi osilator.

Mode 3 : 11 bit dikirim melalui TXD atau diterima melalui RXD, sebuah start bit (0), 8 bit data (pertama LSB), bit data ke 9 yang terprogram dan sebuah stop bit (1). Sebenarnya Mode 3 sama seperti Mode 2, namun baud rate Mode 3 variabel.

Pada semua mode di atas, pengiriman diinisialisasi dengan instruksi yang menggunakan SBUF sebagai register tujuan. Penerimaan diinisialisasi pada Mode 0 dengan kondisi RI = 0 dan REN = 1. Pada mode lain penerimaan diinisialisasi dengan diterimanya start bit dengan syarat REN = 1.
Komunikasi Multiprosesor
Mode 2 dan 3 mempunyai kemampuan untuk komunikasi multiprosesor. Pada kedua mode ini, 9 bit data diterima. Bit ke 9 masuk ke RB8. Kemudian diterima sebuah stop bit. Port serial dapat diprogram sedemikian rupa sehingga ketika stop bit diterima, interupt port serial akan aktif hanya bila RB8 = 1. Fasilitas ini dapat diaktifkan dengan men-set bit SM2 pada SCON. Cara menggunakan fasilitas ini untuk komunikasi multiprosesor adalah sebagai berikut : Ketika prosesor master ingin mengirimkan satu blok data ke beberapa slave, master mengirim byte alamat terlebih dahulu untuk mengidentifikasi slave yang dituju. Byte alamat berbeda dari byte data pada bit ke 9 yaitu '1' untuk byte alamat dan '0' untuk byte data. Dengan SM2 = 1, tidak ada slave yang diinterupsi oleh byte data. Sedangkan byte alamat akan menginterupsi semua slave, sehingga setiap slave akan memeriksa byte yang diterima apakah sama dengan alamatnya. Slave yang dialamati akan me-reset bit SM2-nya dan bersiap untuk menerima byte data dari master. Sedangkan slave yang tidak dialamati akan membiarkan bit SM2-nya '1' dan melanjutkan tugasnya masing-masing tanpa perlu memperhatikan byte data yang dikirim. SM2 tidak berpengaruh pada Mode 0, sedang pada Mode 1 dapat dipakai untuk memeriksa ke-valid-an stop bit. Pada penerimaan Mode 1, bila SM2 = 1, interupt penerima tidak akan diaktifkan kecuali stop bit yang diterima valid.

Serial Port Control Register
Kontrol dan status port serial terdapat pada SFR SCON ditunjukkan gambar 10. Register ini berfungsi bit untuk memilih mode operasi, bit data ke 9 untuk penerimaan dan pengiriman (TB8 dan RB8), serta bit interupt port serial (TI dan RI). Pada 89C51, baud rate untuk Mode 1 dan Mode 3 ditentukan oleh overflow rate Timer 1.


Gambar 10 SCON : Serial Port Control Register

Nilai dari SMOD adalah sebagai berikut :



Untuk aplikasi ini interupt Timer 1 harus dinonaktifkan. Timer bisa dioperasikan sebagai 'timer' atau 'counter', dan bisa menggunakan salah satu dari 3 mode di mana Timer 1 aktif.
Pada umumnya Timer 1 dikonfigurasikan sebagai 'timer' dengan mode auto-reload (Mode 2) di mana high nibble / 4 bit upper TMOD = 0010B.

Dalam kondisi ini, rumus untuk baud rate :



Bila diperlukan baud rate yang rendah, maka interupt Timer 1 diaktifkan, dan menginisialisasi Timer 1 sebagai timer 16 bit (high nibble TMOD = 0001B). Interupt Timer 1 ini digunakan untuk mengisi ulang nilai 16 bit pada TH1 dan TL1 secara software. Gambar 11 menunjukkan daftar baud rate yang umum digunakan dan bagaimana cara menghasilkan baud rate tersebut dengan Timer 1.

Mikrokontroler 89C51 - Halaman 7

Gambar 11. Baud Rate Yang Umum Digunakan
Mikrokontroler 89C51 - Halaman 8

Bersambung …

Referensi
1. 'Microcontroller Handbook' by Advanced Micro Devices
2. 'AT89 Series Hardware Description' by Atmel

Download Tutorial Mikrokontroler 89C51
Download Acrobat Reader

 

First Page Back   Next End Page