MENGENAL DAN MEMPELAJARI BARCODE (bagian I)

1. Berkenalan dengan Barcode.
Mungkin tanpa disadari setiap hari kita akan menemui barcode, misalnya pada produk makanan, obat, barang konsumer yang kita miliki, tiket pesawat, kartu mahasiswa, bahkan sampai di sampul surat yang kita terima (biasanya dari luar negeri) pun kita temui barcode, oleh karenanya artikel ini akan mengulas apa dan bagaimana barcode itu. Barcode pada dasarnya adalah susunan garis vertikal hitam dan putih dengan ketebalan yang berbeda, sangat sederhana tetapi sangat berguna, dengan kegunaan untuk menyimpan data-data spesifik misalnya kode produksi, tanggal kadaluwarsa, nomor
2. Jenis-Jenis Barcode.

2.1 Code 39 / 3 of 9
Code 39 dapat mengkodekan karakter alphanumeric yaitu angka desimal dan huruf besar serta tambahan karakter spesial - . * $ / % + Satu karakter dalam Code 39 terdiri dari 9 elemen yaitu 5 bar (garis vertikal hitam) dan 4 spasi (garis vertikal putih) yang disusun bergantian antara bar dan spasi. 3 dari 9 elemen tersebut memiliki ketebalan lebih tebal dari yang lainnya oleh karenanya kode ini biasa disebut juga code 3 of 9, 3 elemen yang lebih tebal tersebut terdiri dari 2 bar dan 1 spasi. Elemen yang lebar mewakili digit biner 1 dan elemen yang sempit mewakili digit biner 0. Tabel karakter code 39 beserta nilai karakternya tercantum dibawah ini.
Gb1
 
Karakter Set
Karakter ASCII
Digit Biner
Nilai Karakter
B
S
B
S
B
S
B
S
B
0
0
0
0
1
1
0
1
0
1
0
1
1
0
0
1
0
0
0
0
1
1
2
0
0
1
1
0
0
0
0
1
2
3
1
0
1
1
0
0
0
0
0
3
4
0
0
0
1
1
0
0
0
1
4
5
1
0
0
1
1
0
0
0
0
5
6
0
0
1
1
1
0
0
0
0
6
7
0
0
0
1
0
0
1
0
1
7
8
1
0
0
1
0
0
1
0
1
8
9
0
0
1
1
0
0
1
0
0
9
A
1
0
0
0
0
1
0
0
1
10
B
0
0
1
0
0
1
0
0
1
11
C
1
0
1
0
0
1
0
0
0
12
D
0
0
0
0
1
1
0
0
1
13
E
1
0
0
0
1
1
0
0
0
14
F
0
0
1
0
1
1
0
0
0
15
G
0
0
0
0
0
1
1
0
1
16
H
1
0
0
0
0
1
1
0
0
17
I
0
0
1
0
0
1
1
0
0
18
J
0
0
0
0
1
1
1
0
0
19
K
1
0
0
0
0
0
0
1
1
20
L
0
0
1
0
0
0
0
1
1
21
M
1
0
1
0
0
0
0
1
0
22
N
0
0
0
0
1
0
0
1
1
23
O
1
0
0
0
1
0
0
1
0
24
P
0
0
1
0
1
0
0
1
0
25
Q
0
0
0
0
0
0
1
1
1
26
R
1
0
0
0
0
0
1
1
0
27
S
0
0
1
0
0
0
1
1
0
28
T
0
0
0
0
1
0
1
1
0
29
U
1
1
0
0
0
0
0
0
1
30
V
0
1
1
0
0
0
0
0
1
31
W
1
1
1
0
0
0
0
0
0
32
X
0
1
0
0
1
0
0
0
1
33
Y
1
1
0
0
1
0
0
0
0
34
Z
0
1
1
0
1
0
0
0
0
35
-
0
1
0
0
0
0
1
0
1
36
.
1
1
0
0
0
0
1
0
0
37
SPACE
0
1
1
0
0
0
1
0
0
38
*
0
1
0
0
1
0
1
0
0
-
$
0
1
0
1
0
1
0
0
0
39
/
0
1
0
1
0
0
0
1
0
40
+
0
1
0
0
0
1
0
1
0
41
%
0
0
0
1
0
1
0
1
0
42
Gambar 1
 

identitas dengan mudah dan murah, walaupun teknologi semacam itu terus berkembang dengan ditemukannya media magnetic, rfid,

Stuktur Barcode Code 39 adalah sebagai berikut
Gb.2
QZ
SC
ICG
C1
ICG
C2
ICG
...
CN
ICG
CC
ICG
PC
QZ

Gambar 2

 

electronics tags, serial eeprom (seperti pada smart card), barcode terus bertahan dan masih memiliki kelebihan-kelebihan tertentu yaitu ,yang paling utama, murah dan mudah, sebab media yang digunakan adalah kertas dan tinta, sedangkan untuk membaca barcode ada begitu banyak pilihan di pasaran dengan harga yang relatif murah mulai dari yang berbentuk pena(wand), slot, scanner, sampai ke CCD dan bahkan kita dapat membuatnya sendiri. Jenis barcode sangatlah banyak mulai dari yang tradisional yaitu 1 dimensi sampai dengan barcode yang multi dimensi, dalam artikel ini akan dibahas barcode 1 dimensi dan dibatasi pada jenis-jenis yang populer digunakan tetapi dapat memberi pengertian dan gambaran yang jelas mengenai barcode.

dimana : X : Ketebalan elemen yang sempit (minimum 0.19mm). QZ : Quiet Zone atau Start-Stop Margin dengan ketebalan minimum 6mm atau 10 kali X SC : Start Character (karakter *) ICG : Inter Character Gap dengan ketebalan 1 kali X C1 ..CN : Character ke 1 s/d character ke N. CC : Check Character PC : Stop Character (karakter *) Untuk dapat membedakan garis vertikal lebar dan sempit maka perbandingan ketebalan antara garis vertikal lebar dan sempit minimum 2:1, dimana perbandingan 3:1 akan lebih baik. Lebar keseluruhan barcode dapat dirumuskan sebagai berikut :
Gb3
L = N(3RX+7X) + (6RX+13X) + (3RX+7X) + (M1 + M2)  
I
II
III
IV
 

Gambar 3
 
Mengenal dan mempelajari Barcode - Halaman 1
 

dimana :

L : Lebar keseluruhan barcode
N : Jumlah karakter
R : Perbandingan garis vertikal lebar dan sempit
X : Ketebalan garis vertikal sempit
I : Lebar N karakter plus N inter character gap
II : Lebar start dan stop character plus 1 inter character gap antara start character dan character pertama
III : Lebar Check Character plus 1 inter charcater gap
IV : Lebar 2 kali quiet zone (M1 (start margin) + M2 (stop margin)).

Check character adalah sisa dari jumlah seluruh nilai karakter dibagi dengan 43, sebagai contoh :

Message : CODE 39
Karakter : C O D E SPACE 3 9
Nilai karakter : 12 24 13 14 38 3 9
Jumlah : 12+24+13+14+38+3+9=113 113/43 = 2 sisa 27 27 adalah nilai dari karakter R, maka

Message + check character : CODE 39R

Contoh barcode code 39 Gb4

Keterangan :
- Karakter $ / + % mengkodekan karakter ASCII-nya sendiri jika diikuti oleh digit, atau spasi, atau dirinya sendiri ($ / + %), atau salah satu dari tiga spesial karakter yang lain (- . *), atau stop character. ·
- %X , %Y, %Z mengkodekan karakter ASCII DEL.

2.3 Interleaved 2 of 5 (ITF)

ITF barcode hanya dapat mengkodekan angka saja dan sering digunakan pada produk-produk yang memiliki kemasan dengan permukaan yang tidak rata (misalnya corugated box), hal ini disebabkan struktur dan cara pengkodean ITF yang unik.

Setiap karakter pada ITF barcode dikodekan dengan 5 elemen yaitu 2 elemen tebal dan 3 elemen sempit, dimana elemen tebal mewakili digit biner 1 sedangkan elemen tipis mewakili digit biner 0 dengan perbandingan ketebalan antara elemen tebal dengan elemen tipis 2:1 s/d 3:1.

Keunikan dari ITF adalah pengkodean karakternya apakah menggunakan bar ataukah menggunakan spasi tergantung pada posisi sesuai dengan namanya interleaved, atau lebih jelasnya sebagai berikut : Karakter pertama dikodekan menggunakan bar setelah start character, sedangkan karakter kedua dikodekan menggunakan spasi secara interleaved pada karakter pertama, karena



Gambar 4
 

2.2 Extended Code 39 Extended code 39 adalah pengembangan dari code 39 yang dapat mengkodekan seluruh karakter ASCII dengan cara mengkodekannya dengan pasangan code 39, yang dapat dilihat pada tabel dibawah ini. Gb5

sifat berpasang-pasangan itulah panjang message termasuk check character haruslah genap jika jumlahnya ganjil maka harus ditambahkan karakter 0 pada awal message, sebelum diillustrasikan contoh ITF barcode, akan lebih jelas jika Anda melihat tabel karater set ITF di bawah ini. Gb6
Karakter Set
ASCII
Ext. Code
39
ASCII
Ext. Code
39
ASCII
Ext. Code
39
ASCII
Ext. Code
39
NU
%U
SP
SPACE
@
%V
'
%W
SH
$A
!
/A
A
A
a
+A
SX
$B
"
/B
B
B
b
+B
EX
$C
#
/C
C
C
c
+C
ET
$D
$
/D
D
D
d
+D
EQ
$E
%
/E
E
E
e
+E
AK
$F
&
/F
F
F
f
+F
BL
$G
'
/G
G
G
g
+G
BS
$H
(
/H
H
H
h
+H
HT
$I
)
/I
I
I
i
+I
LF
$J
*
/J
J
J
j
+J
VT
$K
+
/K
K
K
k
+K
FF
$L
,
/L
L
L
l
+L
CR
$M
-
/M
M
M
m
+M
SO
$N
.
/N
N
N
n
+N
SI
$O
/
/O
O
O
o
+O
DL
$P
0
/P atau 0
P
P
p
+P
D1
$Q
1
/Q atau 1
Q
Q
q
+Q
D2
$R
2
/R atau 2
R
R
r
+R
D3
$S
3
/S atau 3
S
S
s
+S
D4
$T
4
/T atau 4
T
T
t
+T
NK
$U
5
/U atau 5
U
U
u
+U
SY
$V
6
/V atau 6
V
V
v
+V
EB
$W
7
/W atau 7
W
W
w
+W
CN
$X
8
/X atau 8
X
X
x
+X
EM
$Y
9
/Y atau 9
Y
Y
y
+Y
SB
$Z
:
/Z
Z
Z
z
+Z
EC
%A
;
%F
[
%K
{
%P
FS
%B
<
%G
\
%L
|
%Q
GS
%C
=
%H
]
%M
}
%R
RS
%D
>
%I
^
%N
~
%S
US
%E
?
%J
%O
DEL
%T

Gambar 5



Karakter ASCII
Kode Biner
Nilai Karakter
1
10001
1
2
01001
2
3
11000
3
4
00101
4
5
10100
5
6
01100
6
7
00011
7
8
10010
8
9
01010
9
0
00110
0
Start
0000*
Stop
100*

Gambar 6


Mengenal dan mempelajari Barcode - Halaman 2
 

- Start dan Stop character tidak dikodekan secara interleaved tetapi bergantian bar dan spasi
Contoh ITF Barcode : Gb7

dimana :
L : Lebar barcode (tidak termasuk quiet zone)
C : Jumlah karakter


Gambar 7
 


Contoh perhitungan check character ITF barcode adalah sebagai berikut :

1. Message : 2632534
2. Karakter : 2 6 3 2 5 3 4
3. Posisi : E O E O E O E (karakter paling kanan dimulai sebagai E)
4. Jumlah dari posisi odd : 6 + 2 + 3 = 11
5. Jumlah dari posisi even : 2 + 3 + 5 + 4 = 14
6. Jumlah odd x 3 : 14 x 3 = 42
7. Step 6 + step 7 : 11 + 42 = 53

X : Lebar elemen tersempit (minimum 0.19mm)
R : Perbandingan elemen lebar dengan elemen sempit (2:1 s/d 3:1)

Quiet zone minimum 10 kali X Tinggi barcode minimum 0.15 kali lebar barcode.

Untuk menghindari terjadi partial scan atau pembacaan barcode yang terpotong yang dapat menyebabkan kesalahan informasi, maka seringkali ITF barcode diberi tambahan bearer bar yaitu bar sepanjang barcode yang ditempatkan di atas dan dibawah barcode seperti tampak dibawah ini. Gb10

Gambar 10
 

8. Angka terkecil untuk menjadi kelipatan 10 : 7
9. Check character : 7
10. Tag to be encoded : 26325347

Jumlah keseluruhan karakter plus check character genap sehingga tidak diperlukan leading zero.

Struktur ITF barcode dapat dilihat pada gambar dibawah ini : Gb8

2.4 Code 128

Code 128 adalah barcode dengan kerapatan tinggi, dapat mengkodekan keseluruhan simbol ASCII (128 karakter) dalam luasan yang paling minim dibandingkan dengan barcode jenis lain, hal ini disebabkan karena code 128 menggunakan 4 ketebalan elemen (bar atau spasi) yang berbeda (jenis yang lain kebanyaka
Quiet Zone
Start Character
Message +
Check Character
Stop Character
Quiet Zone

Gambar 8
 


Lebar dan tinggi ITF barcode mengikuti aturan sbb :

Gb9

menggunakan 2 ketebalan elemen yang berbeda). Setiap karakter pada code 128 dikodekan oleh 3 bar dan 3 spasi (atau 6 elemen) dengan ketebalan masing-masing elemen 1 sampai 4 kali ketebalan minimum
L = (C(2R+3)+6+R)X

Gambar 9

Mengenal dan mempelajari Barcode - Halaman 3

 

(module), jika dihitung dngan satuan module maka tiap karakter code 128 terdiri dari 11 module kecuali untuk stop character yang terdiri dari 4 bar 3 spasi (13 module). Jumlah total module untuk bar selalu genap sedangkan untuk spasi selalu ganjil, selain itu code 128 memiliki 3 start character yang berbeda sehingga code 128 memiliki 3 sub set karakter yang bersesuaian dengan start characternya seperti tampak pada tabel karakter set dibawah ini.
Gb11

CODE C mewakili 2 digit numeric (lihat tabel diatas).

Perhitungan check character code 128 sbb :
1. Message : CODE 128
2. Karakter : Start A C O D E 1 2 8
3. Nilai karakter : 103 35 47 36 37 0 17 18 24
4. Posisi : - 1 2 3 4 5 6 7 8 5.
Perhitungan
Value
Code Set
A
Code Set
B
Code Set
C
Bar/Space Pattern
BSBSBS
0
SP
SP
00
212222
1
!
!
01
222122
2
"
"
02
222221
3
#
#
03
121223
4
$
$
04
121322
5
%
%
05
131222
6
&
&
06
122213
7
'
'
07
122312
8
(
(
08
132212
9
)
)
09
221213
10
*
*
10
221312
11
+
+
11
231212
12
,
,
12
112232
13
-
-
13
122132
14
.
.
14
122231
15
/
/
15
113222
16
0
0
16
123122
17
1
1
17
123221
18
2
2
18
223211
19
3
3
19
221132
20
4
4
20
221231
21
5
5
21
213212
22
6
6
22
223112
23
7
7
23
312131
24
8
8
24
311222
25
9
9
25
321122
26
:
:
26
321221
27
;
;
27
312212
28
<
<
28
322112
29
=
=
29
322211
30
>
>
30
212123
31
?
?
31
212321
32
@
@
32
232121
33
A
A
33
111323
34
B
B
34
131123
35
C
C
35
131321
36
D
D
36
112313
37
E
E
37
132113
38
F
F
38
132311
39
G
G
39
211313
40
H
H
40
231113
41
I
I
41
231311
42
J
J
42
112133
43
K
K
43
112331
44
L
L
44
132131
45
M
M
45
113123
46
N
N
46
113321
47
O
O
47
133121
48
P
P
48
313121
49
Q
Q
49
211331
50
R
R
50
231131
51
S
S
51
213113
52
T
T
52
213311
53
U
U
53
213131
54
V
V
54
311123
55
W
W
55
311321
56
X
X
56
331121
57
Y
Y
57
312113
58
Z
Z
58
312311
59
[
[
59
332111
60
\
\
60
314111
61
]
]
61
221411
62
^
^
62
431111
63
_
_
63
111224
64
NUL
NUL
64
111422
65
SOH
a
65
121124
66
STX
b
66
121421
67
ETX
c
67
141122
68
EOT
d
68
141221
69
ENQ
e
69
112214
70
ACK
f
70
112412
71
BEL
g
71
122114
72
BS
h
72
122411
73
HT
i
73
142211
74
LF
j
74
142211
75
VT
k
75
241211
76
FF
l
76
221114

Gambar 11
 

Code 128 memiliki fitur untuk dapat bergeser dari sub set yang satu ke sub set yang lainnya dengan menggunakan karakter CODE dan SHIFT, CODE X menyebabkan seluruh message bergeser menjadi sub set X (misalnya CODE A pada sub set B membuat message menjadi sub set A), sedangkan SHIFT menyebabkan satu karakter didepannya bergeser sub set (ini hanya berlaku untuk sub set A ke sub set B atau sebaliknya).

Struktur code 128 barcode seperti terlihat dibawah ini : Gb12


Total : 103 + (35 x 1) + (47 x 2) + (36 x 3) + (37 x 4) + (0 x 5) + (17 x 6) + (18 x 7) + (24 x 8) = 908 908 / 103 = 8 remainder 84 84 = DC4

6. Message akhir : (Start A)CODE 128(DC4)(STOP)

Gambar 12
 

dimana tinggi barcode minimum 0.15 kali lebar barcode dan lebar barcode dinyatakan dalam rumus Gb13

L = (11C + 35)X untuk alphanumeric (CODE A dan CODE B)
L = (5.5C + 35)X untuk double density numeric only (CODE C)

Gambar 13
 

dimana :
L : Lebar barcode total termasuk quiet zone
C : Jumlah karakter
X : Lebar module (elemen yang tersempit)
CODE C dikatakan sebagai double densisty numeric only dan dalam perhitungan lebar per karakternya hanya 5.5X sebab satu karakter

 

 

 

Download Artikel Mengenal dan Mempelajari Barcode (bagian I)
Download
Acrobat Reader

 


Bersambung ...

Mengenal dan mempelajari Barcode - Halaman 4


Artikel ini ditulis oleh FDBS dan team teknis Innovative Electronics.